About us
Saksono Academy adalah lembaga nirlaba yang didirikan pada 5 Januari 2022, dengan fokus utama pada pengembangan Sains Islam melalui pendekatan riset multidisipliner. Terdapat dua bidang utama yang menjadi prioritas penelitian:
1. Kajian Fajar Shodiq melalui Teknologi Forensik Digital
Saksono Academy mengembangkan sistem pemrosesan data twilight berbasis sensor modern, menghasilkan lebih dari 2.200 data dari lima benua. Teknologi ini memungkinkan deteksi paling akurat terhadap kelahiran Fajar Shodiq secara global. Hasil riset telah didokumentasikan dalam empat volume buku berbahasa Inggris berjudul Premature Dawn (total >1.700 halaman, tersedia di Amazon). Penelitian ini bersifat inklusif, melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengumpulan data, dan menunjukkan bahwa Fajar Shodiq muncul saat posisi matahari berada sekitar 12,5° di bawah ufuk—berbeda signifikan dari standar yang digunakan di ASEAN (18°-20°), Amerika Utara (15°), Eropa (18°), Mesir (19,5°), dan Saudi Arabia (18,5°).
2. Kalender Islam Global dan Implikasi Ekonomi Syariah
Sejak Kongres Istanbul 2016, umat Islam mendukung penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Namun, kriteria astronomisnya masih menyimpan potensi kekeliruan. Saksono Academy melakukan penelitian lanjutan untuk menyempurnakan kriteria tersebut. Studi terdahulu (2011–2013) mengungkap potensi Hutang Peradaban sebesar US$10 triliun akibat kekeliruan dalam sistem akuntansi zakat selama 1.400 tahun. Temuan ini telah diterbitkan dalam buku Pseudo Sharia Economy and Muslims' Civilization Debt (tersedia di Amazon).
Kami telah menerbitkan lima buah buku yang tersedia di Amazon. Di samping dari Amazon, Anda juga dapat memesan "print on demand" dari kami. Silakan klik tautan "Books Published" di atas untuk harga dan detail informasi buku seperti ukuran buku, jumlah halaman dan harga.
Saat ini, ada 179 video yang telah kami rilis untuk publik yang tersedia di YouTube. Umumnya, video-video tersebut menjelaskan tentang hasil penelitian kami tentang Kalender Islam Global dan Kehadiran Fajar Global. Ada sejumlah kecil video tentang pembangunan profesi dan isu umum yang berkembang di masayarakat. Silakan klik tautan "Video Released" di atas untuk melihat deskripsi detail isi video tersebut.
Kami selalu terbuka untuk melakukan riset kolaboratif yang kami sebut crowdsourcing. Anda bisa menjadi bagian darinya dengan mengumpulkan data twilight sendiri. Kami akan mendukung dengan mengolah data tersebut menjadi informasi yang kaya dan akurat terkait kemunculan Fajar Shodiq.
Mitra kolaboratif pertama berhasil kami lakukan dengan komunitas Muslim di Inggris melalui Open Fajr Project. Data fajar yang kami proses adalah untuk wilayah Yokshire, Inggris selama tahun 2017-2018. Kami juga bermitra dengan seorang Muslim yang sedang menjalankan ibadah Umrah di Madinah pada 2020. Kami membantu memproses data jamaah masjid di Surakarta pada tahun 2023. Bahkan mendukung mahasiswa yang sedang menyusun tesis dengan pengambilan data twilight di Semarang (2022).
Selama ratusan tahun, umat Islam di dunia telah terperdaya dengan konsep pembagian tiga fajar (Astronomical Dawn, Nautical Dawn, dan Civil Dawn) yang diperkenalkan oleh seorang Pastor Katolik Italia pada abad ke 17. Tidak ada data empiris yang digunakan untuk pembagian tiga tahapan fajar tersebut. Tampaknya ini hanya untuk keperluan administratif manajemen perkotaan. Kekeliruan umat Islam adalah kemudian menganggap bahwa Fajar Astronomis ini digunakan untuk mendefinisikan kehadiran Fajar Shodiq yaitu saat Matahari berada 18 derajat di bawah ufuk. Dari 2,200 data twilight (rembang) yang kami miliki yang mewakili lima benua, pembagian fajar ini ternyata tidak ada. Jadi, jika umat Islam melakukan salat Subuh saat Fajar Astronomis, maka sebetulnya, Fajar Shodiq belum lahir karena Fajar Shodiq baru lahir saat kedudukan Matahari 12.5 derajat di bawah ufuk.